budaya

Mengenal Bahasa Pesisir Sibolga

Mengenal Bahasa Pesisir Sibolga
Mengenal Bahasa Pesisir Sibolga
Bahasa Pesisir adalah bahasa yang dipergunakan masyakat Tapanuli Tengah dan Sibolga sehari-hari sebagai bahasa lisan untuk menyampaikan maksud dan tujuan di rumah maupun di luar rumah dan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Pesisir telah menjadi bahasa pengantar yang tidak dapat dilupakan masyakat Sumando Pesisir Tapanuli Tengah Sibolga khususnya, maupun Pantai Barat Sumatera pada umumnya, baik di kampung halaman maupun di perantauan.

Namun sangat disayangkan sekali bahwa tulisan masyarakat Suku Pesisir belum pernah ditemukan sampai saat ini karena masyarakat suku Pesisir mempergunakan tulisan Arab gundul yang tidak mempunyai anda-tanda atau baris atas dan bawah.Akan tetapi masyarakat beragama Islam yang melihat tulisan tersebut dapat mengerti karena memang telah mempelajarinya dalam pengajian.

Bahasa Sibolga ini sangat mirip dengan bahasa Minang, walau pun mirip tapi tidak sama alias ada perbedaan diantara keduanya. Bahasa Minang dialek pengucapannya lebih cepat sehingga sukar untuk diikuti, beda dengan bahasa Sibolga yang dialek pengucapannya lebih berirama, lebih khas dan unik, kalau bisa saya katakan, bahasa Sibolga adalah akulturasi dari bahasa Minang, Melayu, Mandailing dan Batak, tapi pengaruh yang dominan adalah Minang.

Perbedaan selanjutnya adalah dari arti bahasanya. Jika dalam bahasa Minang ibu itu adalah bundo/mandeh, sedangkan Sibolga, ibu adalah umak. Dalam bahasa Minang abang itu uda, dan kakak: uni, sedangkan dalam bahasa Sibolga, abang itu abang/ogek, dan kakak adalah uning. Dan perbedaan yang paling terasa adalah pengucapan, dalam bahasa Minang, akhiran i, u, akan diucap ia atau ua, contoh, guntiang (gunting), paniang (pening), bakumpua (kumpul), tamanuang (termenung), dsbnya. Sedangkan Sibolga tidak memakai akhiran seperti itu, contoh: gunting (gunting), paning (pening), bakumpu (berkumpul), tamanung (termenung), dsbnya. Orang minang lebih sering memanggil dirinya denai (saya) walau pun panggilan ambo juga termasuk bahasa Minang, tapi mereka lebih sering menggunakan kata denai. Untuk panggilan kamu/kau adalah wa'ang (untuk pri)a dan 'ang (untuk wanita). Sedangkan orang Sibolga memanggil dirinya: ambo (saya), dan panggilan kamu/kau adalah wa'ang (untuk pria) dan panggilan munak (untuk wanita). Itulah penjelasan singkat sebagian perbedaan keduanya, banyak lagi perbedaan lainnya tapi saya cukupkan saja dulu. Mohon maaf bagi warga Sibolga dan Minang bila apa yang saya jelaskan ini keliru.

Berikut dibawah ini saya kutip beberapa kalimat dalam bahasa Sibolga:
Ayah : Orang tua laki-laki (ayah kandung) 
Umak : Orang tua perempuan (ibu kandung) 
Pak Tuo : Abang kandung ayah (uak kandung) 
Mak Tuo : Kakak kandung ayah (uak kandung) 
Mak Tanga : Adik kandung ayah (bibi) 
Tuanadik : Abang kandung laki-laki tertua 
Ka'uti : Adik kandung laki-laki yang kedua 
Ogek : Adik kandung laki-laki yang ketiga 
Ta'ajo : Abang ipar laki-laki 
Ta'uti : Kakak ipar perempuan 
Cecek :Kakak perempuan tertua 
Uning : Kakak perempuan nomor dua 
Teta : Kakak perempuan nomor bungsu 
Angku : Kakek 
Uci : Nenek 
Mamak : Om (adik ibu yang laki-laki)
Ambo nandak pai kasikoah : Saya mau pergi ke sekolah 
Kecekkan-la daulu ka uning 'ang tu : Beritahukanlah terlebih dahulu kepada kakakmu 

" Barisuk ambo nandak pai ka Siboga mampasuoi adik ambo sekalian manjanguk pamili anak ruma ambo nang ala mandaului kito " Besok saya akan pergi ke Sibolga menjumpai adik saya dan sekaligus melayat famili istri saya yang telah berpulang mendahuli kita. 

Pabilo wa'ang pai ka Medan? : Kapan kau pergi ke Medan? 
Jangan munak lakeh tasundek : Jangan kau gampang merajuk 
Ambo hampokkan wa'ang beiko da?! : Aku hajar lah kau nanti ya?! 
Umak, nikah kanlah ambo ka anak gadih nan rancak tu? : Ibu, nikahkan lah aku kepada anak gadis yang cantik itu? 
Hangek bana hari ko yah? : Panas sekali hari ini? 

About zafar sitinjak

17 komentar:

  1. Bahasa kampung ambooo :)

    BalasHapus
  2. Sedangkan orang Sibolga memanggil dirinya: ambo (saya), dan panggilan kamu/kau adalah wa'ang (untuk pria) dan panggilan munak (untuk wanita)
    ----------------------------
    Boleh di revisi untuk bagian itu. panggilan kamu/kau untuk pria sudah benar wa'ang atau ang. tapi untuk wanita tetap disebut kau. sementara munak itu artinya kalian.
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang tergantung pemakaian nya, kebanyaka orang saat ini memakai munak untuk perempuan agar terlihat halut atau lembut, Kata kau terlalu kasar untuk panggilan seorang perempuan.

      Hapus
    2. hmmm... kemarin sempat cerita dengan saudara yang orang aek habil, tetap mereka bilang munak itu kalian. coba aja ke sibolga dan bilang munak kepada perempuan, pasti ga begitu digubris. karena munak itu untuk kata kalian.
      ya sebagai revisi literaturnya. kau itu di sibolga sudah cukup sopan sih, soale sebagai orang sibolga, saya membaca pernyatannya sedikit ambiqu apalagi buat orang luar, takutnya disalah artikan. thx.

      Hapus
    3. Iya itu memang benar, nah sekarang yang lagi berkembang banyak muda mudi yang lagi pacaran memanggil untuk panggilan untuk cewe pakai "munak" yang bisa di artikan sebagai kamu atau kau :)

      Hapus
    4. Sedikit saya koreksi ya.. Karena keluarga saya sudah 5 keturunan di Sibolga. dan masih kental berkomunikasi bahasa Pesisir sesama saudara, walau kdg campur dengan bhs Indonesia kepada anak2 kami, akibat pernikahan dengan beda suku, jadi sedikit banyak saya tahu persis bahasa pesisir. Dan sekedar info, suara yang sering di putar di RRI SIBOLGA yaitu balahe'-lahe' (Nyanyian nasehat untuk anak bayi saat tradisi kenduri/turun karai) itu adalah Mak Tuo saya (Mak Tua), gak tahu skrg apa masih diputar. Untuk Adik @DANIEL SUWANDY ada benarnya, karena munak itu memang berbentuk jamak ditujukan kepada orang banyak (Pria/Wanita). Dan untuk Tunggal Pria = Ang atau Wa'ang. Wanita = Kau. Itu kalau kita berbicara kpd org lain secara umum dan mmg itu wajar-wajar saja. Tapi ketika kita berbicara kpd keluarga atau orang yang kita sayang itu lain lagi. Seperti yang disebutkan @CERITA SIBOLGA, memang kata munak itu bisa ke wanita tunggal, tetapi ke Pria tunggal juga bisa, contoh ketika Suami menyebutkan kata "munak" kpd Istri dan sebaliknya. . Makna munak disini menunjukkan sayang dan hormat/sopan. Namun, jika "munak" kesesama teman itu berarti jamak. Tetapi kebanyakan panggilan suami istri dalam masyarakat sibolga biasanya memakai panggilan Ayah si .... / Umak si ... (Diikuti nama anak pertama mereka), itu menunjukkan kesopanan, walau ada juga yg memanggil nama masing2, itu tergantung mrk. Walau begitu, ketika sedang marahan mau juga keluar kata "Ang atau Kau" baik itu ditujukan kpd istri/suami.
      Dan yang terpenting, dalam panggilan keluarga itu ada sebutan tiap urutan Saudara kandung, cth; Uning, Abang, Kakak, Cecek, Anga, Kak Uti, Kak Itam, dsb. Nenek2 kami sudah mengajarkan tutur bahasa.
      Jadi ketika kita memanggil sebutan kepada saudara tidak boleh memakai kata "Ang atau Kau " jika kita lebih muda dari mereka, tetapi sesama teman boleh/seusia. Namun dengan adanya perkembangan jaman sesama teman sudah sering mengganti kata "Ang/Kau" dengan nama teman tsb. cth: "Ala kalas barapo kini Daniel?" atau "Jadi si Cerita manjanguk malamko?". Jadi kalau ada muda/mudi yg memakai munak itu merupakan ekspresi kasih sayang, tapi kalau masa kami dulu lucu juga didengar jika ada dua sejoli panggil munak, karena itu biasa sebutan tuk suami/istri..hehehe. Mgkn karena perubahan jaman jadi dianggap panggilan keakraban seseorang kpd temannya. Thk smg bermanfaat.

      Hapus
    5. Tarimo kasih ogek ala di pajale, kito kambangkan bahaso pasisi Siboga :)

      Hapus
  3. Hebat munak bikin web ini ya...hahaha

    BalasHapus
  4. Pesisir barat selatan aceh pake bahasa jamu/jamee. Bahasanya juga mirip bahasa minang tapi nggak persis sama. Dan sepertinya lebih mirip bahasa sibolga terutama untuk nama panggilan di keluarga, ibu = umak
    Abang =abang /ogek
    Kakak = kakak/uniang (tapi sudah jarang di generasi sekarang)

    BalasHapus
  5. bahasanya mirip dg bahasa kampung saya, pariaman sumbar. kata2 nandak, ajo, uning, uci, teta, waang, kau.

    BalasHapus
  6. Uci = Nenek ?
    Ini sama dengan orang Rao di kabupaten Pasaman SUMBAR.

    BalasHapus
  7. Kenapa translate bahasa sibolga gak ada di google

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.